Alat-Alat yang Kamu Butuhkan untuk Menggambar Digital! - Lagi Monolog

Wednesday, March 25, 2020

Alat-Alat yang Kamu Butuhkan untuk Menggambar Digital!

Siapa yang hobinya menggambar? Angkat tangan! Yay, samaan ya kita *tos.

Kayaknya sejak TK gue udah hobi corat-coret buku tulis. Pada masa-masa itu, kebanyakan gambar gue masih berbau kastil, kerajaan, putri, dan pangeran. Lambat laun ternyata gue banyak mengeksplor macam-macam style gambar. Chibi, manga, realisme, landscape, dan lain sebagainya yang bahkan gue nggak ngerti style apa itu. Berbagai macam media gambar pun banyak gue coba. Kertas, kaca, plastik, kayu, bambu, hingga kain—gue pernah ikutan acara Rekor Muri melukis di kain terpanjang, lol. Tak hanya itu, gue juga pernah nyobain banyak brushes dan pewarna mulai dari yang paling basic yaitu pensil warna, crayon, cat poster, cat air, cat minyak, hingga cat akrilik. Satu jenis pewarna yang belum keturutan gue cobain adalah gouache.


Source: unsplash
Anyway, lama-kelamaan gue jadi tertarik menggambar di media digital. Entah kapan ketertarikan ini dimulai. Kayaknya waktu gue SMP gue doyan ngelihatin temen gue mainan Paint Tool SAI dan akhirnya gue ikutan download tuh software. Sebagai hasil uji cobanya, gue pun memberanikan diri buat ngisi rubik komik di majalah sekolah saat SMP dan SMA.


Gue sama sekali nggak pernah ada pikiran buat melanjutkan sekolah ke jurusan DKV atau semacamnya. Menggambar ini cuman gue anggap sebagai hobi aja. Eh tapiiiii ternyata uang jajan gue selama SMA kebanyakan berasal dari job freelancing menggambar ini. Apalagi kan jaman SMA tuh banyak banget yang pacaran dan gue memanfaatkan momen ini. Siap di garda terdepan buat bikinin kado anniversary mereka. 

Di titik inilah Tangan Ajaib muncul—nama lamanya adalah eknartwork, tempat gue posting portofolio gambar gue. Walaupun begitu, gue nggak pernah melakukan promosi masif, jadi ya maklumin aja lah kalau dari jaman dulu followers-nya segitu-gitu aja (yang penting closing-nya kan? Hehe). Sampai saat ini pun bisa gue bilang 80% pendapatan per bulan gue dari sana. Alhamdulillah jumlahnya sangat berlebih, lebih dari cukup. Makanya gue ada keinginan untuk sedikit naik tingkat dalam hal skill dan juga tools yang gue pakai. Semakin kesini gue jadi punya keinginan untuk mengeksplorasi dunia digital atas dasar kebutuhan.

Gue mulai dari alat paling dasar hingga yang baru-baru ini gue pakai. Semoga daftar di bawah ini bisa membantu kalian yang juga tertarik di dunia gambar-menggambar di media digital juga ya!

Ps: Gue bukan profesional illustrator ya dan gue juga bukan anak DKV. Pengalaman dan alat-alat di bawah ini based on my personal experience.

1.    PC / Laptop

Gue udah punya laptop sejak masih SMP. Walaupun saat itu laptop belum terlalu dibutuhkan di sekolah, entah kenapa gue punya wkwk. Dari laptop itulah gue punya software digital pertama gue untuk menggambar bernama Paint Tool SAI buat belajar menggambar manga. Ini hasil corat-coret gue waktu itu, awal-awal banget belajar pakai Paint Tool SAI:

Belajar bikin lineart dulu

Membuat versi digitalnya dari gambar di sketchbook

Tahun 2013 cuy

Di awal-awal perjalanan menggambar digital ini pun gue masih pakai tracker pad di laptop, jadi proses pembuatan satu gambarnya pun lama. Kira-kira 1 gambar kayak di atas bisa 4 jam lah. Itu pun saat gue udah mulai paham fungsi-fungsi di Paint Tool SAI-nya. Lama banget ya, hiks.

Baru deh, setelah mulai nyaman menggunakan software tersebut, gue iseng cobain software lainnya yaitu Manga Studio. Disini gue udah mulai pakai mouse buat menggambar karena permintaannya udah mulai banyak (banyak yang order), gue harus mempercepat proses pembuatannya.

Ini contoh hasil coret-coret gue pakai mouse + Manga Studio:


Salah satu commission
Mboh ini iseng


2.     Pen Tablet / Drawing Pad

Pertama kali gue kenal Pentab adalah dari temen SMP gue yang juga memperkenalkan gue dengan yang namanya Paint Tool SAI. Thanks to her! Gue nyobain pentab punya dia dan GUE NGGAK BISA PAKENYA! Entah karena belum terbiasa—kayak licin aja gitu, atau emang gue terlalu larut dalam kenyamanan menggunakan tracker pad dan mouse.

But still, I have ever bought my own pentab juga pas kuliah. Pentab ekonomis punya Wacom, Wacom One yang dulunya bernama Wacom Bamboo. Penampakannya kayak gini:

Wacom One
Pentab ini gue pakai untuk bikin doodle di Photoshop dan untuk ngerjain commission seperti biasanya supaya efisien. Biasanya kalau gue bikin lineart menggunakan mouse, gue bisa habisin waktu sekitar 1 jam atau 1,5 jam. Menggunakan pentab ini gue bisa hemat menjadi 30-45 menit—harusnya bisa lebih cepet kalau gue nggak kagok. Ini contoh hasilnya:

Desain Bantal untuk Kyanta


Desain untuk Kado Wisuda

Desain untuk totebag Christmas


3.     Ipad 7th Gen / New Ipad 2019 (you name it lah)

Kemudian, sampailah gue ke titik dimana capek banget harus bawa-bawa laptop dan pentab kemana-mana. Gue merasa butuh sesuatu yang ringkas dan bisa dipakai dimanapun, nggak harus duduk di tempat yang enak buat buka laptop dan colokin pentabnya ke laptop. Akhirnya, mulailah gue mencari-cari alternatif lain yang bisa membuat gue lebih produktif dan kreatif. Munculah Ipad dalam benak gue.

Daaannn gue putuskan untuk berinvestasi ke Ipad 7th Generation lengkap dengan Apple Pencil generasi pertamanya. Mungkin upgrade ini terbilang tanggung. Kenapa nggak sekalian Ipad Pro? Karena gue masih ngerasa belum pantes pakai yang pro. Kenapa nggak Ipad Air 3? Gue pilih yang ekonomis karena tujuannya cuman buat menggambar doang dan mau membiasakan diri dulu sama tools baru ini. Jadi kalau ternyata gue cocok dan udah ketergantungan sama tools ini, mungkin gue baru berani upgrade ke versi “pro”nya.

Dan menurut gue Ipad 7th Gen ini sangat cukup buat gue yang masih “meraba-raba”. Gue nggak saranin kalian buat ambil Ipad 6th Gen—which much cheaper than this version, karena layarnya lebih kecil dan lebih nanggung aja gitu. Sekalian aja ambil yang versi terbarunya kan?

Ini contoh hasil corat-coret gue di Ipad 7th Gen:

Desain Sticker Special Anak Kost

Desain Sticker Whatsapp

Desain Ilustrasi untuk Ultah

Iya gue ngerti, skill gue nggak gitu tinggi. Mungkin bisa dibilang, gitu-gitu aja? Gue emang ngejar efisiensi sih *alasan. Dengan Ipad ini gue bisa bikin lineart cuman 15 menit aja. Alhasil gue bisa jadi lebih produktif dan kreatif aja gitu. Kalau ada ide, bisa langsung eksekusi karena Ipad ini kayak notebook atau buku tulis biasa. Apalagi dengan adanya aplikasi Goodnotes 5 yang membantu gue menghemat penggunaan kertas.

4.     Apple Pencil

Buat gue yang emang dari awal ingin menggunakan Ipad ini sebagai alat utama menggambar digital, udah pasti butuh banget yang namanya Apple Pencil. Sesuai namanya, Apple Pencil ini feel-nya emang beneran kayak pensil biasa. Mulai dari bentuknya, grip-nya, bahkan feel pas menggambar pun mirip banget kayak pensil.

source: unsplash
Mungkin karena feel tersebut gue jadi bisa menggambar dengan cepat, sama kayak pas gue menggambar pakai pensil di kertas biasa. Tangan gue jadi lebih bisa terkendali gitu rasanya, nggak licin dan pasti bakal selalu pas waktu bikin garis, jadi nggak bakal banyak ngulang-ngulang.

Kalau di laptop, gue pakai Photoshop dan Manga Studio, di Ipad gue pakai aplikasi yang dipakai kebanyakan orang juga, namanya Procreate. Aplikasi ini nggak gratis, jadi harus bayar. Tapi cuman perlu bayar sekali kok. Harganya 149.000 rupiah. Menurut gue harga segini worth it banget sih, karena kan hasil gambarnya bisa kalian jual-jualin lagi. Bentar juga bakal balik modal kok.

Tapi karena gue udah terbiasa pakai Photoshop dan brushes Photoshop favorit gue yakni Kylie Brushes, pas awal-awal pakai Procreate gue agak kagok juga. Kayak nggak nemu aja gitu brush yang “pas” di hati. Eh ternyata baru-baru ini gue nemu caranya import brushes dari Photoshop ke Procreate, hehe. Jadi gue senang sekali!

Selain itu brushes untuk Procreate banyak banget beredar lho! Mau bikin efek watercolor, ada. Chalk, ada. Pensil, ada. Buanyaaakk bangettt! And I’m so excited to explore more on Procreate!


Nah, itu dia alat-alat menggambar digital yang pernah gue cobain dan sedang gue pakai. Buat kalian yang tertarik juga merambah dunia corat-coret digital ini, kalian bisa nyobain alat-alat di atas. Tapi bukan berarti harus banget kalian punya ya. Sebenarnya yang terpenting adalah semangat buat belajar, untuk ningkatin skill, daripada cuman sekadar alat. Sebuah alat akan jadi nggak berarti apa-apa kalau kamunya sendiri nggak mau explore. Mumpung masih suasana #dirumahaja, menggambar yuk!

No comments:

Post a Comment

Baca Juga Ini Ya!